Sistem Operasi Jaringan pada dasarnya merupakan sistem operasi sama halnya dengan yang lain,
perbedaannya hanyalah pada penggunaannya, yang dikhususkan untuk menanggani jaringan.
ya iyalah, dari namanya juga dah ketauan kan,,

Mohon maaf untuk yang tadi, tapi pada intinya Sistem Operasi Jaringan digunakan untuk memberikan layanan serta memanajemen jaringan dibawahnya.



Sama halnya dengan OS biasanya Sistem Operasi jaringan juga dibagi menjadi 2 yaitu Berbasis GUI dan Teks,
Yang berbasis GUI diantaranya OS turunan WINDOWS, yang kerap kita gunakan. Dimana dalam penggunaan kita tinggal mengklik2 layar dan sedikit menggetik.

Lain halnya dengan OS berbasis teks dimana didalamnya perintah hanya dapat dilakukan melalui teks, dimana penggunanya dituntut untuk menghafal syntax-syntax supaya dapat mengoperasikannya.
Dalam rumpun ini diantaranya UNIX dan turunannya.
males juga nih, kalo harus ngapalin, udah nggak user friendly tampilan monoton dan nggebosenin diliat. Eitss, jangan salah dulu, walau denggan kekuranggan itu, sistem berbasis teks akan sangat berguna ketika kita telah menghafal syntax dan tahu fungsinya, dimana dalam melakukan tugas yang banyak akan terasa sekali mudahnya.


Walaupun tidak selamanya pedoman diatas dapat dipakai, seperti halnya Windows 2000 Server yang merupakan turunan windows tetapi berbasis Teks dan RedHat yang turunan UNIX tetapi berbasis GUI.



Selanjutnya, fungsi yang umum ditemukan disekitar kita yaitu :
1. Menguhubngkan sejumlah komputer dengan perangkat lainnya ke sebuah jaringan yang telah dibuat sebelumnya.
2. Mengelola sumber daya jaringan yang telah terbuat.
3. Menyediakan layanan tertentu bagi perangkat – perangkat yang terhubung dengan jaringan ini.
4. Menyediakan keamanan jaringan bagi multiple user yang terhubung dengan suatu jaringan.
5. Membantu kemudahan dalam proses penambahan perangkat client dan juga sumber daya lainnya.
6. Melakukan proses monitor status dan fungsi elemen – elemen suatu jaringan.
7. Melakukan proses distribusi program dan juga update spftware kepada perangkat client yang terhubung jaringan.
8. Membantu menggunakan kemampuan server pada jaringan komputer secara efisien.
9. Membantu menyediakan toleransi terhadap kesalahan yang mungkin terjadi.